Setelah melalui pembahasan yang panjang, akhirnya Dewan Permusyawaratan Perwakilan (DPR) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pornografi (RUU P) hari Kamis siang, 30 Oktober 2008. RUU P tersebut disahkan minus dua fraksi yang seblumnya menyatakan walk out, yakni  FPDIP dan FPDS.

menteri agama RI, Maftuh Basyuni menyambut gembira dengan disahkannya ruu p ini. beliau mengatakan ruu p ini non-diskriminasi tanpa menimbulkan perbedaan ras, suku, dan agama. ruu ini juga sebagai tindak lanjut undang-undang perlindungan anak dan penyiaran. (sumber kompas.com/301008/).

diharapkan memang ruu p ini bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat. dan secara substansi ruu p ini bisa menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk menjaga moral bangsa dari hal-hal yang merusak.

saya sebenarnya juga bingung, kenapa ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan pengesahan ruu p tersebut. yah walaupun saya sadari diri ini belum sepenuhnya bisa menjaga sepenuhnya hal-hal yang disebut sebagai nilai-nilai moral yang agung. tetapi setidaknya kita bisa mencoba dan berusaha menanggapi dengan antusias dan berusaha untuk taat dan menjalankan dengan sebaik-baiknya.

tidak perlu disebutkan lagi, saya kira pemberitaan media sangat cepat akses informasinya, berita-berita tentang pelecehan seksual dibawah umur, hubungan sejenis, hubungan diluar nikah sudah menggurita di negara ini. mungkin ini sebabnya negara kita tidak pernah lepas dari segala bencana yang diberikan oleh Allah swt.

kita sudah sangat terjebak dengan kondisi yang serba ironis sebenarnya, dimana orang kaya semakin kaya sedangkan orang miskin semakin tambah miskin. kita terbuai dengan kondisi yang tidak dijajah dan merasa kehilangan semangat untuk melakukan yang terbaik buat bangsa ini, khususnya ke masyarakat sendiri.

mungkin dengan semangat pemuda (terkait peringatan sumpah pemuda beberapa hari lalu) kita harus bisa mengembalikkan martabat bangsa menjadi naik, ibu pertiwi bangga dengan kerja kita. tidak terlalu muluk-muluk lah, dengan tidak harus dikomentari oleh pandangan negara luar, tapi apa sekarang yang bisa kita perbuat dengan merubah kondisi bangsa ini.

saya kira dengan pengesahan ruu p ini bisa dijadikan fondasi kita untuk bergerak. bahwa dengan moral yang baik kita bisa melakukan sesuatu by the rule dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada.

saya teringat Soekarno pernah berkata, “Berikan aku 10 orang maka aku akan ubah dunia”. itu yang diucapkan oleh seorang pemuda yang percaya bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang besar dengan sumber daya yang mendukung untuk Soekarno melakukan hal tersebut.

bangsa ini merupakan bangsa yang religius, yang mendasari segala perbuatan atas dasar perintah Tuhan-Nya. kalau dilihat pahlawan-pahlawan kemerdekaan dahulu menjadikan agama sebagai kekuatan utama untuk berjuang.

mudah-mudahan dengan telah disahkan ruu p ini bangsa Indonesia bisa menjalankan segala hal terutama terkait dengan implementasi terhadap masyarakat ke arah yang lebih baik. ini merupakan langkah awal untuk menaiki beribu-ribu anak tangga untuk mendapatkan suatu tujuan bangsa ini.

jadi diharapkan prediksi dari berbagai lembaga survei yang menyatakan sekitar 2025 atau 2030 Negara Indonesia merupakan salahsatu negara hebat di dunia bisa tercapai. Amin.

Terus berkembang negaraku, terus kepakkan sayapmu ke langit hingga mata ini tidak bisa melihatmu

aku akan tetap menjadi bagianmu hingga maut ini menjemputku. Hidup Indonesia!

RUU BHP DISAHKAN MENJADI UU BHP

“Rabu, 17 Desember 2008 sekitar pukul 4 sore WIB RUU BHP telah disahkan oleh UU BHP melalui sidang paripurna DPR.”
Beberapa perwakilan KM ITB yang berjumlah 18 orang(termasuk Presiden KM ITB, Shana Fatina, Ketua Kongres, Rahmat Danu A) yang dikoordinir oleh Bobby Rahman (MenkoDinamit) berangkat dari gerbang kampus ITB untuk bergerak ke gedung DPR dengan satu tujuan MENOLAK RUU BHP disahkan menjadi UU BHP. sesampainya disana rombongan dibagi menjadi dua, ada yang masuk ke dalam gedung DPR dan ada yang diluar.
Disana bergabung dengan temen2 dari BEM UI, BEM UNJ, BEM IPB dan aliansi mahasiswa lainnya. langkah pertama yang diambil adalah menutup segala akses masuk pintu menuju gedung DPR, diharapkan anggota dewan tidak dapat hadir dan menyebabkan sidang paripurna tidak kuorum dan tidak jadi disahkan.

kemudian tengah hari kita mobilisasi ke belakang untuk bergabung bersama teman2 UI yang memang sejak awal di pusatkan di pintu belakang gedung DPR. kita menunggu kabar dari beberapa teman mahasiswa di dalam untuk mengetahui kabar terakhir sidang. begitu terkejutnya kami sekitar pukul 4 sore, RUU BHP telah disahkan menjadi UU BHP dengan catatan TIDAK ADA SATUPUN fraksi di DPR yang menolak UU BHP tersebut disahkan.
terkejut, sedih, marah bercampur aduk perasaan yang timbul tetapi ini semua bukanlah akhir dari perjuangan kami. akan ada follow up penyikapan selanjutnya, mungkin dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak dengan tetap teguh pada pendirian awal MENOLAK UU BHP yang kemarin telah disahkan.
Hidup Mahasiswa!Hidup Rakyat Indonesia!!

Gagasan : Indonesia yang adil, mandiri, makmur dan sejahtera

Presiden : Hidayat Nur Wahid
Wakil Presiden : Sri Sultan H X
Mensesneg/Menseskab : Pramono Anung
Jubir Presiden Dalam Negeri : Andi Malarangeng
Jubir Presiden Luar Negeri : Anis Matta
1. Menko Politik Hukum dan Keamanan Djoko Santoso
2. Menko Perekonomian Rizal Ramli
3. Menko Kesra Sandiaga S. Uno
4. Menteri Dalam Negeri Mardiyanto
5. Menteri Luar Negeri Luthfi Hasan Ishaaq
6. Menteri Pertahanan AlMuzammil Yusuf
7. Menteri Hukum dan HAM Jimly Asshiddiqie
8. Menteri Keuangan Sugiharto
9. Menteri Energi dan SDM Kurtubi
10. Menteri Perdagangan Drajad Wibowo
11. Menteri Perindustrian Sri Mulyani
12. Menteri Pertanian Anton Apriyanto
13. Menteri Kehutanan Nur Mahmudi Ismail
14. Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal
15. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno
16. Menteri Pendidikan Nasional Irwan Prayitno
17. Menteri Agama Maftuh Basyuni
18. Menteri Sosial Gumilar Somantri
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Yenni Wahid
20. Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman
21. Menteri Koperasi dan UKM Nursanita Nasution
22. Menteri Negara Lingkungan Hidup Puti Farida Marzuki
23. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Yoyoh Yusroh
24. Menteri Negara PAN Ryas Rasyid
25. Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari
26. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Zulkieflimansyah
27. Menteri Negara BUMN Marwan Batubara
28. Menteri Komunikasi dan Informasi Moh.Nuh
29. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault
30. Menteri Pekerjaan Umum Fadel Muhammad
31. Menteri Negara Perumahan Rakyat M Yusuf Anshari
32. Menteri Negara Kelautan dan Perikanan Syamsu Hilal
33. Jaksa Agung Suripto
34. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Ghani

dari suatu sekolah aku melihat seseorang dari segi penampilan tidak begitu bagus untuk dilihat, begitu juga pada saat berbicara,,artikulasi dan logatnya tidak seperti biasa. namun setelah berbincang untuk waktu yang lama, aku berpikir 2, 5, 10, bahkan 20 tahun mendatang orang ini akan menjadi seseorang yang “besar”. terlihat dari aura pemimpin muncul dari dalam dirinya, gagasan tentang bangsa ini terbayang dari pikirannya, wawasan tentang kehidupan ini keluar dari mulutnya.

satu kata pertama yang kulihat darinya adalah dia AMANAH. sikap yang jarang sekali didapatkan dari seorang atau calon pemimpin. bagaimana dia memahami dan profesional dalam menjalani kerjaan yang digelutinya (terbukti menjadi bendahara OSIS dan sekarang Ketua BEM FH UGM).

KARAKTER kata kedua yang keluar dari bayanganku. bagaimana sifat ini begitu khas terlihat pada saat dalam kondisi apapun.

KONTRIBUSI. kata terakhir yang tidak pernah terlupakan dari dirinya. beliau tidak pernah terlewatkan untuk memberikan apa yang bisa diberikan.

Mudah-mudahan dengan begitu gagasan beliau dapat tercapai dan terlaksana dengan baik.

*Surat ini ditujukan untuk sahabat yang ingin maju sebagai Calon Presiden BEM KM UGM 2008-2009

Jum’at, 5 Desember 2008, pada pukul 10.30 WIB, saya meluncur ke Gedung DPR/MPR di kawasan Senayan, Jakarta untuk bertemu dan menjemput anggota DPD RI, Bapak Marwan Batubara. kami janjian sehabis shalat jum’at. dan pertama kali bertemu dengan beliau (memakai kemeja biasa dengan alas sandal) langsung mentraktir makan siang di kantin gedung nusantara I. disana kita juga bertemu dengan Mas Kun, dari Serikat Buruh Internasional sekaligus seorang pengusaha yang ingin meminta bantuan Pak Marwan terkait peluncuran buku.

setelah makan kita meluncur ke Depok (disebabkan Pak Marwan akan mengisi acara kami). selama dalam perjalanan yang disambut dengan kemacetan Jakarta, kami berbincang hangat seputar kiprah beliau sebagai “senator asal DKI Jakarta” dan tentang hasil karya beliau tentang Blok Cepu, BLBI,dll serta beliau menanyakan tentang pergerakan mahasiswa Indonesia saat ini ditambah peristiwa yang sedang hangat di media massa negeri ini.

Rencananya beliau akan memaparkan tentang “Kondisi Kontemporer Sosial, Politik, Ekonomi Indonesia” dengan memaparkan slide berupa APBN 2009. dimana beliau memaparkan kondisi anggaran negara ini yang terus defisit akibat tidak seimbangnya antara pendapatan dan pengeluaran negara ini. beliau mengingatkan bahwa negara ini
akan terus merugi jika terus memasukkan utang yang berasal dari pengemplang BLBI. dan sudah seharusnya mahasiswa lebih kritis setiap kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah (huuhh,,jd malu melihat kampus sendiri yang TIDAK BERGERAK!!!).

Setelah selesai, saya berencana mengantar beliau pulang, tetapi beliau menolak untuk diantarkan pulang sampai tujuan. beliau meminta diantar sampai bertemu taxi. selama perjalanan beliau bercerita bahwa tidak akan melanjutkan sebagai anggota legislatif (baik tetap di DPD ataupun “pindah” ke DPR), akibat tidak direkomendasikan. dan mungkin akan memilih berkecimpung di LSM. beliau tidak kecewa akan hal tersebut, tetapi beliau berbesar hati bahwa tugasnya yang berat penuh fitnah, teror, ancaman serta menguras tenaga akan segera berakhir tetapi bukan untuk segalanya dalam memperjuangkan adanya keadilan serta kesejahteraan di negeri ini. wah,wah,, patut di contoh dan dijadikan panutan buat saya nantinya.

Akhirnya tiba waktunya untuk berpisah, setelah keluar tol Kampung Rambutan, beliau mengucapkan salam buat keluarga dan tetap semangat untuk kami.hiiikkss,, jadi terharu

“Seorang Pemimpin seharusnya tidak bangga dengan statusnya, tetapi bagaimana dengan statusnya itu ia bisa membuat bangga orang lain”

sekitar 4 bulan yang lalu saya berkesempatan pergi ke China selama seminggu (23 -29 Juni 2008). maksud tujuannya sebenarnya untuk bisnis dari perusahaan bokap tapi ternyata lebih banyak jalan-jalanya.hehehe. bayangin aja untuk inspeksi ke perusahaan untuk urusan bisnis hanya selama 15 menit walaupun waktu perjalanan selama 2 jam dengan kereta listrik dan mobil, sedangkan sisanya benar-benar berlibur, diantaranya jalan-jalan ke Forbidden City, Great wall, dll.

tapi diluar keindahan bangunan China dan pemberitaan media bahwa negara tersebut merupakan negara yang sangat pesat perkembangannya. memang diakui negara tersebut sangat sukses dalam hal perekonomian.

tetapi dibalik itu semua ada satu hal bahwa hubungan sosial masyarakat disana tidak lebih baik dibandingkan dengan orang Indonesia. mereka cenderung cuek, tidak ramah, dan tidak peduli antar sesama serta cenderung menabrak peraturan yang ada.

pernah suatu kali dalam perjalanan, saya bersama orang China didalam mobil, dan mereka membuang sampah seenaknya keluar, dan itu sebuah kaleng (coba bayangkan dengan kecepatan tinggi) untung tidak ada kendaraan di belakang. terus ditambah dengan salah jalan, eehh bukannya keluar tol selanjutnya dan masuk kembali,,sopirnya malah berbalik arah dan terjadi mengendarai dengan jalur arah yang salah. dan tidak tanggung-tanggung mengendarainya di jalur cepat. Astaghfirullah.

juga ditambah bahwa masyarakt disana cenderung acuh, mementingkan diri sendiri, ini terlihat bagaimana disuatu keramaian mereka saling berebut untuk lewat, apabila tidak terpenuhi keinginannya mereka langsung berkata dan itu mengeluarkan kata dengan nada yang tinggi (walaupun sebenarnya saya tidak tahu apa artinya,hehe) tapi terlihat dari ekspresi mukanya yang terlihat marah. dan masih banyak lagi cerita.

Seharusnya kita bersyukur walaupun dengan kondisi bangsa yang serba sulit, masyarakat Indonesia lebih menghargai antar sesama, tidak hanya sesama bangsa sendiri, tapi juga bangsa asing.. ada juga yah negara seperti kita??

Tanah air-ku tidak kulupakan!!